Peserta Festival Rontek Kecamatan Donorojo, Atraksinya Membuat Bulu Kuduk Berdiri - mediaportalpacitan.com

Breaking

SELAMAT DATANG DI MEDIA PORTAL PACITAN

Senin, 20 November 2023

Peserta Festival Rontek Kecamatan Donorojo, Atraksinya Membuat Bulu Kuduk Berdiri

Regu Rontek Kec. Donorojo Memasuki Area Demo (dok: mpp)

Minggu, 19 November 2023

Mediaportalpacitan.com
Pacitan - Peserta Festival Rontek di hari ke 2 dari ke tuju (7) peserta diantara Kecamatan Donorojo, Punung, Pringkuku, Sudimoro, Kebonagung, Tegalombo, dan Bandar, masing - masing regu menampilkan keunikan  aneka tarian yang di iringi dengan Ansambel di depan dewan Juri dan para punggawa Kabupaten Pacitan serta ribuan penonton.

Dalam pengamatan redaksi mediaportalpacitan.com,  salah satu regu festival rontek asal Kecamatan Donorojo dengan atraksinya membuat bulu kuduk berdiri. Mereka mengingatkan  sejarah adu kelapa bertajuk "SANGKAN PARANE DUMADI NING DESA CEMENG DINTEN SENIN LEGI WULAN LONGKANG" yang mengisahkan Perjalanan Temengung Pacitan JAGAKARYA, ia mengadakan Pemantauan diwlayah Krapyak Dusun Singkil Desa Banaran. 

Jagakarya/Kanjeng Jimat bersama dengan Ki Reto Gati, Ki Bekel Trononggo bersama  masyarakat Desa Banaran, Gendamsari berkumpul di Krapyak untuk memantau keamanan  dari Serangan penjajah Belanda. Gerak pemaantauan ini warga Kanjeng Jimat membuat hidangan menu makanan khas desa dari hasil bumi dan minumannya air kelapa, bertepatan hari Senin Legi bulan Longkang. 

Air kelapa yang masih utuh sebagai sajian  Kanjeng Jimat dan Ki Reto Gati ternyata  tidak ada alat untuk membukanya, maka Kanjeng Jimat dan Ki Reto Gati memakai kesaktian ilmu kenuragan yang dimiliki masing - masing. Kelapa yang diadu dengan ilmu kanuragan mengahasilkan buah kelapa tersebut pecah, sehingga bersamaan dengan pecahnya kelapa munculah asap yang keluar dari arah barat dinamakan Kemukus, sedangkan air kelapa yang keluar ke arah timur dengan asap kabut hitam di namakan Desa Cemeng.

Pesan Bupati Pacitan  kepada Ki Bekel Trononggo dan warga masyarakat bahwa Desa Banaran di ganti dengan nama Desa Cemeng. Setiap tahun pada hari Senin Legi bulan Longkang perlu diperingati  sebagai bersih desa dengan Adu Kelapa dan Ringgit Purwa. Ki Bekel Trononggo harus pindah ke tempat yang lebih gelap/aman di Dusun Krajan Cemeng.
Sebagai buku sejarah Desa Cemeng.

Menurut penjelasan Ketua laskar Buru Banaran Agus Winarno, S.IP, apa yang pernah disampaikan oleh Ki Tumenggung Kanjeng Jimat, semua ada kebenarannya.

Tidak ada komentar: